Perbedaan yang Memisahkan
Dalam sebuah hubungan sosial, perbedaan sering kali menjadi pemisah antar individu. Ketika individu menemukan kesamaan di antara mereka, terciptalah kelompok yang saling berbagi kesamaan itu. Namun, bagaimana jika kesamaan itu hampir ada pada setiap individu, sehingga menyisakan beberapa individu yang tidak sama?
Raksasa
Dalam sebuah kisah, terdapat seorang raksasa yang tumbuh begitu besar hingga tujuh kali lipat dari orang-orang di sekitarnya. Raksasa itu selalu terlihat ketika berjalan atau sekadar pergi ke sungai untuk minum. Di jalan, banyak orang meneriaki dan melempari batu ke arahnya. Bukan karena Raksasa jahat, tetapi karena baginya batu itu terasa seperti lemparan dedaunan bagi individu lain.
Pada suatu ketika, terdapat anak-anak yang sedang bermain, dan mereka berupaya untuk membuat Raksasa jatuh. Dengan menyiapkan tali yang begitu panjang, anak-anak tersebut membentangkan tali, dan ketika Raksasa berjalan ke arah mereka, anak-anak itu membuat semacam lingkaran yang mengelilingi kakinya. Tidak lama dari situ Raksasa jatuh, dan banyak orang berkerumun untuk melihat apa yang terjadi.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk membangunkan kembali Raksasa yang jatuh, namun karena berat dan kesulitannya, orang-orang di sana hanya bisa berpasrah. Buruknya, banyak anak-anak yang memanfaatkan Raksasa sebagai objek bermain. Mereka mulai membuat seluncuran dari badan Raksasa, dan membuat ayunan pada hidungnya. Dan Raksasa hanya dapat berpasrah.
Si Kecil
Di lain sisi, dekat wilayah tersebut, terdapat seorang yang begitu kecil, yaitu sepertiga dari orang-orang di sekitarnya. Si Kecil ini selalu diabaikan karena tidak dapat diajak bermain. Sering kali juga si Kecil terjatuh, karena dengan mudahnya orang lain mendorongnya.
Kesulitan terbesar si Kecil adalah bahwa ia tidak dihiraukan. Terkadang bukanlah perlakuan fisik yang menyakiti si Kecil, melainkan dirinya yang tidak dianggap dan tidak dilihat. Ke mana pun si Kecil pergi, tidak ada yang menyapa ataupun sadar dengan kehadirannya. Hal tersebut juga terjadi ketika wilayah tersebut mengadakan suatu pesta, sehingga sering kali si Kecil memilih untuk tidak datang.
Pertemuan
Ketika malam diikuti angin yang sedikit berembus, si Kecil pergi keluar dan berjalan tanpa arah hingga sampailah ia pada wilayah seberang. Di sana ia melihat keramaian dan mendengar suara anak-anak. Mendengar itu, si Kecil tertarik dan mencari asal dari suara tersebut. Pada saat itu, anak-anak telah lama bermain pada si Raksasa sehingga orang tua mereka menyuruh mereka semua untuk pulang.
Keadaan menjadi lebih sepi, dan pada saat itu si Kecil untuk pertama kalinya melihat Raksasa. Ketika itu si Kecil bertanya apa yang terjadi pada Raksasa, lalu Raksasa menjelaskan mengapa ia sampai terjatuh oleh anak-anak. Sedangkan Raksasa bertanya dari mana asal si Kecil hingga sampai ke sini. Lalu si Kecil menceritakan bagaimana ia bisa sampai di wilayah tersebut.
Sesudah saling bertemu, si Kecil berkata kepada Raksasa, "Sepertinya enak menjadi raksasa, setidaknya mudah dilihat dan engkau selalu bersama anak-anak." Kemudian si Kecil melanjutkan, "Coba saja kalau aku bisa dilihat dan disenangi banyak orang, pasti aku tidak akan bersedih dan kehilangan arah seperti ini."
Mendengar hal tersebut, Raksasa menjawab, "Kalau saja aku jadi lebih kecil, pasti aku dapat hidup lebih tenang tanpa orang lain harus selalu melihatku, dan bahkan aku tidak perlu diperlakukan seperti ini."
Saling mendengar hal tersebut, si Kecil merasa tersinggung dan sedikit marah. Raksasa juga tidak menunjukkan reaksi yang signifikan, sehingga keadaan di sana terasa begitu dingin. Dan pergilah si Kecil kembali ke wilayahnya, sedangkan Raksasa tetap berada di tempat tersebut karena belum mampu untuk berdiri.
Refleksi
Kisah ini menceritakan berbagai perspektif yang dapat diambil, yaitu bagaimana individu yang berbeda cenderung melihat perbedaan lainnya sebagai suatu hal yang asing. Ketika individu memiliki kesamaan, mereka mampu bersatu untuk menjadi sebuah kelompok dengan identitasnya. Sedangkan mereka yang berbeda dan dengan jumlah yang sedikit, tidak dapat bersatu dengan sesama yang juga berbeda dari mayoritas.
Hal tersebut terjadi karena perbedaan sebuah individu sering kali dinilai sebagai sebuah kutukan, sebagai sebuah perlawanan, maupun sebagai sebuah perjuangan. Namun, perbedaan tersebut sering kali gagal untuk saling mendukung dengan perbedaan lainnya. Sehingga hal tersebut membuat orang-orang yang berbeda dan jumlahnya sedikit, semakin terlihat kecil karena mereka tidak mampu bergabung dengan sesama yang berbeda.
Hal tersebut bukanlah masalah yang harus dicari solusinya. Melainkan sebuah refleksi dari nature yang terjadi. Terlalu fokus dengan perbedaan menjadikan kita semakin berbeda dengan sebuah kerumunan, dan itu adalah pilihan. Namun, kita sering kali lupa bahwa tidak selamanya perbedaan tidak memiliki kesamaan.
Tidak ada perbedaan absolut yang dapat memisahkan individu dengan individu lainnya.
Kita dapat melihat suatu kesamaan, dan tetap teguh serta yakin pada perbedaan yang dimiliki.
